Success Story Alumni Jurusan Kecantikan SMKN 6 Surabaya

SUCCESS STORY SHARING DAN MOTIVASI DENGAN HAIRDRESSER DAN ALUMNI SMK NEGERI 6 SURABAY DALAM IMPLEMENTASI ” PROYEK PENGEMBANGAN SEKOLAH”

Success Story Alumni Jurusan Kecantikan SMKN 6 Surabaya

SUCCESS STORY, SHARING DAN MOTIVASI DENGAN ALUMNI diselenggarakan pada hari rabu, 24 Nopember 2021 adalah salah satu program kegiatan dalam implementasi PROYEK PENGEMBANGAN SEKOLAH. Acara ini mengundang alumni SMKN 6 Surabaya yang sukses di berbagai bidang diantaranya :  

Nara sumber :

  • Arie Hidayat S., S.Pd Owner Salon Arie Harry Surabaya
  • Sefi Eka Setya, S.Pd  Owner Sefia sposa wedding
  • Salsil Mochtar, S.Pd
  • Yuni Dwi Muliyanti owner Beauty bar (Nail Artist)
  • Mohamad Riduan (Educator Loreal)
  • Indies Noe (Model Professional)

Latar belakang dari Proyek ini yaitu bidang hairdressing merupakan kompetensi yang kurang diminati oleh siswa, rata-rata siswa kelas 10 khususnya cenderung lebih berminat di MUA. Sedangkan dunia kecantikan sebenarnya sangat luas dan banyak profesi yang dapat ditekuni setelah lulus sekolah. Maka pengetahuan siswa perlu ditingkatkan untuk menambah wawasan.

Kepala SMKN 6 Surabaya, Drs Barun, ST., MM. mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Proyek Pengembangan Sekolah (PPS) yang dilaksanakan agar kita dapat meningkatkan wawasan siswa serta menghasilkan lulusan yang berminat dan kompeten khususnya di bidang Hairdressing. Oleh karena itu peran dari Industri salon sangatlah penting dalam hal ini.

Tujuannya dari kegiatan Succes Story ini adalah memberikan motivasi, spirit kepada siswa kecantikan tentang dunia kerja termasuk Hairdresser, gambaran masa depan profesi hairdresser, kiat kiat sukses dari para narasumber. Kegiatan Proyek Pengembangan Sekolah SMKN 6 Surabaya ini juga memaksimalkan Kompetensi Siswa di bidang Hairdressing melalui kelas Industri.

Salah satu rahasia sukses para narasumber adalah karakter yang baik.  Attitute merupakan modal utama, dan Skill atau ketrampilan akan mengikutinya. Seseorang yang berkepribadian baik, low profile dan down to earth cenderung mudah mempelajari hal baru dan tidak cepat marah menghadapi situasi kurang menyenangkan. Hal ini disampaikan oleh salah satu narasumber, Indies Noe, seorang model Internasional yang selanjutnya disepakati oleh semua narasumber.

Membangun karir sejak bangku sekolah memang tidak mudah, namun Salsil Mochtar menuturkan bahwa sekolah tetap yang paling utama. Wanita peraih juara 2 LKS Nasional Beauty Therapy 2011 ini dulu menerima job hanya diluar jam sekolah dan akhir pekan untuk meningkatkan skill. Belajar lebih keras benar-benar menguras tenaga, waktu dan biaya. Namun semua itu lunas terbayar dengan kesuksesan yang ia miliki sekarang seabagi makeup artist.

Alumni 2016 yang diwawancarai kedua adalah seorang gadis mungil dan cantik yang sangat fasih berbahasa inggris. Selama bersekolah, ia justru berprestasi di bidang English speech and debate competition. Lulus sekolah, ia mulai membuka salon berbekal ketrampilan dari jurusan kecantikan SMKN 6 Surabaya. Ketika sudah memiliki usaha sendiri, Yuni Dwi Muliyanti menegaskan bahwa integritas dan kejujuran adalah modal utama. Di usia 23 tahun, Yuni mengelola 4 cabang salon dengan 15 karyawan. Bukan tidak mungkin, ia menanamkan satisfied customer oriented agar konsumen loyal bahkan mengajak rekannya untuk nyalon di Beauty Bar, salon milik Yuni.

Muhammad Riduwan, educator Loreal menceritakan bahwa ia dulunya sering dipanggil ‘jongos e guru’ oleh teman-temannya. Bukannya sedih, Riduwan mengaku senang karena dapat dekat dengan guru dan mendapat lebih banyak ilmu. Ia mengaku tak mungkin dapat menjadi seorang Loreal educator jika dulunya ia tak tekun belajar dan dekat dengan para guru. Riduwan berpesan pada adik-adik jurusan kecantikan bahwa ridho guru harus didapatkan seperti ridho orang tua agar mereka juga dapat meraih sukses seperti dirinya.

Sefi, professional hairdresser menceritakan pengalaman sedihnya dulu ketika masih bersekolah di SMKN 6 Surabaya. Ia pernah menangis dan lapor pada orang tuanya karena tak terpilih jadi peserta LKS, padahal ia tergolong siswa yang cerdas. Setelah orang tua Sefi konfirmasi ke guru jurusan kecantikan, ternyata attitude nya pada saat remaja dapat dibilang kurang baik. Sejak saat itu, Sefi menyadari bahwa hardskill saja tidak cukup. Sefi pun mulai berubah sikap dan mengimbangi hardskill nya dengan softskill. Siapa sangka, 15 tahun setelahnya ia malah mendapat amanah menjadi juri LKS bidang hairdressing tahun 2020 lalu.

Kisah perjalanan hidup Arie Hidayat S, S.Pd. menjadi professional hairdresser dan owner salon highend di Surabaya tidaklah mulus. Mata Pak Arie tampak berkaca-kaca mengungkapkan perjuangannya dulu yang ditentang orang tua. Bagaimana tidak, almarhum orang tua pak Arie adalah seorang tentara yang menginginkan anak-anaknya berkarir di bidang serupa atau minimal menjadi PNS apa saja. Bermodalkan gunting dan sisir, pak Arie gemar memotong rambut teman-temannya. Karena masih belajar, beliau pernah dikejar-kejar kakak kandungnya keliling lapangan karena potongan rambut petal.

Lulus SMA, pak Arie dinyatakan gagal dalam seleksi mahasiswa UGM, orang tua beliau mengatakan lebih baik tidak usah kuliah daripada kuliah di kampus swasta karena keterbatasan biaya mengingat pak Arie memiliki 10 saudara. Akhirnya pak Arie memilih kursus saja dan membuka salon pertamanya di garasi rumah. Tekun, rajin, terus belajar dan mengembangkan kemampuan sesuai trend selalu dilakukan demi eksistensi dan kepuasan pelanggan. Juara pertama kompetisi tingkat nasional dan internasional pernah diraih pak Arie sejak era 90an hingga 2020.

Rahasia kesuksesan pak Arie juga diakui beliau berkat doa orang tua. Disela-sela kesibukan, sebulan sekali pak Arie menyempatkan pulang ke kampung halaman untuk sungkem ke ibu. Di usia yang sudah tidak muda, ibu pak Arie ingin berangkat ke tanah suci. Beliau bertekad untuk mewujudkannya dan rezeki datang bertubi-tubi seakan semua urusan dimudahkan. Sebelum beribadah haji, pak Arie mengaku ada yang hilang di lubuk hati. Sepulang di tanah air, beliau bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan maha pencipta. Pak Arie mulai melaksanakan sholat tahajud, sholat duha, bersedekah di hari jumat. Beliau merasakan betul betapa rejeki mengalir jauh lebih deras. Maka beliau berpesan pada siswi jurusan kecantikan agar senantiasa memuliakan orang tua, berusaha dengan sungguh-sungguh dan dekat dengan Tuhan.

Keluar dari aula SMKN 6 Surabaya, pak Arie menyempatkan mampir ke Yorlygie Beauty Studio untuk berbagi ilmu. Disana sudah ada beberapa siswa yang antusias menunggu. Pak Arie mendemonstrasikan cara memasang roll yang kuat dan benar. Pak Arie mengungkapkan kesiapannya untuk menjadi mitra industry dan terus mendampingi pembelajaran jurusan kecantikan yang sesuai perkembangan jaman.

#SMK BISA #SMK HEBAT #SMKN 6 SURABAYA ( CERDAS-UNGGUL-BERKARAKTER )

webadmin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts